KESEHATAN

KESEHATAN
KEBERSIHAN

Minggu, 28 September 2014

Bersih Itu Sehat


Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat dilingkungannya masing-masing, maka bertempat di Pendopo Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (22/02) telah dilaksanakan rapat koordinasi yang diikuti Kepala Desa/Lurah, Sekretaris Desa, Kepala UPTD.


Rapat koordinasi yang dipimpin Camat Kota Sumenep, Drs. RB. Moh. Ramli, M.Si mengatakan, untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan, setiap hari Jum’at dilakukan Jum’at bersih, dengan melibatkan seluruh PNS yang ada dilingkungan Kecamatan Kota.

Menurut Moh. Ramli, pelaksanaan Jum’at bersih difokuskan pada pembersihan selokan, perbaikan jalan, serta pembersihan kaleng bekas, dan tempurung kelapa, sehingga dengan kegiatan yang dilakukan ini akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat, bahkan akan mengantisipasi menjangkitnya penyakit demam berdarah dengue (DBD), diare dan penyakit lainnya.
Ikut memberikan pengarahan Kapolsek Kota Sumenep, masalah Siskamling, sedangkan Danramil tentang masalah situasi lingkungan Desa/Kelurahan.

MANFAAT KULIT BULU


Bagi para bapak, tolong jangan pada complaint yah klu istrinya ngga mencukur bulu ketiaknya, coz ternyata bulu ketiak itu sangat berguna untuk mencegah
masuknya bakteri dari pori2 ketiak yang bisa merangsang perkembangan kanker payudara...Dengan sering mencukur bulu ketiak ini akan menyebabkan pori2 ketiak
memjadi luka atau membesar....Bagi para bapak, tolong jangan pada complaint yah klu istrinya ngga mencukur bulu ketiaknya, coz ternyata bulu ketiak itu sangat berguna untuk mencegah
masuknya bakteri dari pori2 ketiak yang bisa merangsang perkembangan kanker payudara...Dengan sering mencukur bulu ketiak ini akan menyebabkan pori2 ketiak
memjadi luka atau membesar....
Keep lebat bulu ketiak yah hehe.......! !!
Enam Makanan Anti Kanker Payudara
Kanker payudara ? Siapa pun pasti ingin menghindarinya. Beberapa penelitian terakhir, menyebutkan ada enam jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit
yang menakutkan kaum wanita tersebut. Simaklah, apakah ke enam jenis makanan tersebut sudah terdapat dalam daftar belanjaan atau tidak.
1. Gandum
Dalam hal ini Anda dapat mengkonsumsi gandum yang berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap 1/2 gelas gandum setara dengan 10 gr dari kebutuhan
serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Para ahli berpendapat bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang
pertumbuhan kanker payudara.
2. Ikan Salmon dan Tuna
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, Amerika Serikat, ditemukan bahwa para wanita yang tinggal di daerah dekat sungai dan mengkonsumsi ikan tuna
dan salmon setiap hari, ternyata tingkat risiko terkena kanker payudaranya sangat kecil. Diduga karena adanya kandungan zat omega-3 yang terdapat dalam
ikan tersebut.
3. Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, juga berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering mengkonsumsi
kedua jenis sayuran itu.
4. Yoghurt
Pada suatu penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai medium, diungkapkan ternyata yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama
dalam jumlah yang cukup banyak.
5. Susu Kedelai
Diperoleh fakta bahwa salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28% dibandingkan
dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.
6. Jus Jeruk
Masih dalam proses penelitian yang dilakukan di Universitas Western Ontario,Canada, pada hewan percobaan, disebutkan bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan
sel kanker payudara sampai 50%.
Keep lebat bulu ketiak yah hehe.......! !!
Enam Makanan Anti Kanker Payudara
Kanker payudara ? Siapa pun pasti ingin menghindarinya. Beberapa penelitian terakhir, menyebutkan ada enam jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit
yang menakutkan kaum wanita tersebut. Simaklah, apakah ke enam jenis makanan tersebut sudah terdapat dalam daftar belanjaan atau tidak.
1. Gandum
Dalam hal ini Anda dapat mengkonsumsi gandum yanBagi para bapak, tolong jangan pada complaint yah klu istrinya ngga mencukur bulu ketiaknya, coz ternyata bulu ketiak itu sangat berguna untuk mencegah
masuknya bakteri dari pori2 ketiak yang bisa merangsang perkembangan kanker payudara...Dengan sering mencukur bulu ketiak ini akan menyebabkan pori2 ketiak
memjadi luka atau membesar....
Keep lebat bulu ketiak yah hehe.......! !!
Enam Makanan Anti Kanker Payudara
Kanker payudara ? Siapa pun pasti ingin menghindarinya. Beberapa penelitian terakhir, menyebutkan ada enam jenis makanan yang dapat mencegah timbulnya penyakit
yang menakutkan kaum wanita tersebut. Simaklah, apakah ke enam jenis makanan tersebut sudah terdapat dalam daftar belanjaan atau tidak.
1. Gandum
Dalam hal ini Anda dapat mengkonsumsi gandum yang berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap 1/2 gelas gandum setara dengan 10 gr dari kebutuhan
serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Para ahli berpendapat bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang
pertumbuhan kanker payudara.
2. Ikan Salmon dan Tuna
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, Amerika Serikat, ditemukan bahwa para wanita yang tinggal di daerah dekat sungai dan mengkonsumsi ikan tuna
dan salmon setiap hari, ternyata tingkat risiko terkena kanker payudaranya sangat kecil. Diduga karena adanya kandungan zat omega-3 yang terdapat dalam
ikan tersebut.
3. Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, juga berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering mengkonsumsi
kedua jenis sayuran itu.
4. Yoghurt
Pada suatu penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai medium, diungkapkan ternyata yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama
dalam jumlah yang cukup banyak.
5. Susu Kedelai
Diperoleh fakta bahwa salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28% dibandingkan
dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.
6. Jus Jeruk
Masih dalam proses penelitian yang dilakukan di Universitas Western Ontario,Canada, pada hewan percobaan, disebutkan bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan
sel kanker payudara sampai 50%.g berbentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Setiap 1/2 gelas gandum setara dengan 10 gr dari kebutuhan
serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Para ahli berpendapat bahwa tingkat estrogen yang tinggi dalam tubuh akan semakin merangsang
pertumbuhan kanker payudara.
2. Ikan Salmon dan Tuna
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, Amerika Serikat, ditemukan bahwa para wanita yang tinggal di daerah dekat sungai dan mengkonsumsi ikan tuna
dan salmon setiap hari, ternyata tingkat risiko terkena kanker payudaranya sangat kecil. Diduga karena adanya kandungan zat omega-3 yang terdapat dalam
ikan tersebut.
3. Wortel dan Bayam
Wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, juga berisiko terkena kanker payudara dua kali lebih besar, dibanding mereka yang sering mengkonsumsi
kedua jenis sayuran itu.
4. Yoghurt
Pada suatu penelitian yang menggunakan yoghurt sebagai medium, diungkapkan ternyata yoghurt dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara, terutama
dalam jumlah yang cukup banyak.
5. Susu Kedelai
Diperoleh fakta bahwa salah satu zat yang terkandung di dalam susu kedelai murni ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 28% dibandingkan
dengan yang terdapat pada kacang kedelai olahan.
6. Jus Jeruk
Masih dalam proses penelitian yang dilakukan di Universitas Western Ontario,Canada, pada hewan percobaan, disebutkan bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan
sel kanker payudara sampai 50%.

Rabu, 24 September 2014

Kebersihan Itu Adalah Debagian Dari Iman


Kebersihan adalah sebagian dari iman, seyogyanya ditanamkan dalam pribadi setiap pegawai. Sehingga kesadaran untuk menjaga kebersihan muncul dengan sendirinya. Tidak harus menunggu ‘ahli kebersihan’ datang. Tidak perlu saling mengandalkan antar sesama teman.

 

Kurang lebih empat tahun lalu saya termasuk dalam keluarga besar BPS Provinsi Sulawesi Tengah. Pada saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor BPS Provinsi Sulawesi Tengah, saya kagum dengan kantornya yang cukup besar dan memiliki halaman yang luas. Selain itu, suasananya terasa cukup asri, karena masih banyak terdapat pohon-pohon besar nan rindang. Terlebih saat itu, matahari tidak terlalu menyengat. Beberapa mobil terparkir rapi di halaman bagian depan dan belakang. Begitu juga dengan sepeda motornya yang cukup banyak. Tidak banyak orang yang berlalu-lalang, karena saat itu masih jam kerja. Namun beberapa orang yang saya temui, cukup ramah menyapa saya dan teman-teman.

Dalam pandangan saya sekilas, kesan pertama kantor BPS Provinsi Sulawesi Tengah cukup bersih, tetapi kurang rapi. Mungkin karena pada saat itu sedang padat kegiatan, sehingga terlihat banyak dokumen berserakan di beberapa ruangan. Tampak juga di bagian sudut,lorong  tumpukan karung dan kardus berisi dokumen yang belum dikirim ke BPS Kabupaten/Kota, sehingga jika ada yang ingin berjalan ke arah lorong tersebut, cukup sulit untuk melewatinya.

Tidak lebih dari dua minggu saya singgah di kantor BPS Provinsi Sulawesi Tengah. Selanjutnya saya harus bertugas di tempat yang telah ditentukan, yaitu BPS Kabupaten Banggai Kepulauan. Satu tahun lamanya saya berkantor di sana, kemudian pindah ke BPS Kabupaten Banggai. Setelah dua tahun di tempat tersebut, saya pindah lagi ke BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

Mengenai masalah kebersihan, banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapat selama bertugas di BPS Kabupaten/Kota. Salah satunya adalah “Jumat Bersih”. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebulan sekali. Setelah senam pagi, sekitar satu s.d. satu setengah jam dilaksanakan kerja bakti untuk membersihkan kantor. Semua pegawai turun bersama untuk membersihkan tiap ruangan. Tentunya setelah itu, sudah tersedia beberapa makanan dan minuman penghilang dahaga untuk menghapus letih setelah bersih-bersih. Kebersihan, kerapian, dan keindahan tercipta, disertai kebersamaan antar pegawai juga terjaga. Seperti kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui.

Selain itu, coba kita cermati bersama pada saat suasana lomba kebersihan ruangan tiap bidang yang baru saja dilaksanakan pekan lalu. Subhanalloh… Semua ruangan kinclong! Masing-masing berlomba untuk menjadi juara satu. Berusaha keras untuk memiliki ruangan yang paling bersih, rapi, dan indah. Bunga-bunga penghias ruangan sengaja dibeli atau ada juga yang pinjam sementara dari rumah masing-masing. Berbagai aroma pengharum ruangan dipasang atau disemprot berkali-kali. Jam pulang kerja mundur sampai setengah jam atau lebih, karena harus menyapu dan mengepel lantai di ruangannya. Semua dilakukan demi juara satu. Kesadaran akan kebersihan seperti ini perlu dilestarikan dan diterapkan pada setiap hari kerja, jangan hanya pada saat lomba saja.

Sebenarnya banyak cara untuk meningkatkan kebersihan, kerapian, dan keindahan kantor BPS Provinsi Sulawesi Tengah, antara lain “Jumat Bersih” dan Lomba Kebersihan Ruangan. Seluruh pegawai ikut berperan menjaga kebersihan di lingkungan ruang kerjanya.

Sejarah Kesehatan



  • Abad Ke-16 – Pemerintahan Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat.
  • Tahun 1807 – Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu, tetapi tidak berlangsung lama, karena langkanya tenaga pelatih.
  • Tahun 1888 – Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung, yang kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan sanitasi.
  • Tahun 1925 – Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas, karena tingginya angka kematian dan kesakitan.
  • Tahun 1927 – STOVIA (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia
  • Tahun 1930 – Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan
  • Tahun 1935 – Dilakukan program pemberantasan pes, karena terjadi epidemi, dengan penyemprotan DDT dan vaksinasi massal.
  • Tahun 1951 -Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr.Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah-Leimena), yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat, aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas.
  • Tahun 1952 – Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan
  • Tahun 1956 – Dr.Y.Sulianti mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan, sebuah model keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis.
  • Tahun 1967 – Seminar membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C.
  • Tahun 1968 – Rapat Kerja Kesehatan Nasional, dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu, yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan di kotamadya/kabupaten.
  • Tahun 1969 : Sistem Puskesmas disepakati dua saja, yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Pada tahun 1969-1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Propinsi.
  • Tahun 1979 Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B, hanya ada satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang dokter dengan stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik, rata-rata dan standard). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini (LokMin) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim.
  • Tahun 1984 Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi, Penaggulangan Diare, Immunisasi)
  • Awal tahun 1990-an Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat, selain memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Jin Kazama Devil  - Tekken